Apa bukti kalau kita sudah menonton sebuah film,
mendengarkan music dan lagu, dan membaca sebuah tulisan, puisi atau buku. Paling
tidak mungkin bias menceritakan ulang apa yang kita dapatkan dan maknai. Atau lemari
buku menjadi semakin sesak, harddisk laptop kita menjadi semakin penuh,
menambahkan rekomendasi skor dalam situs ulasan online.
Kemarin menonton serial “The Last Man on Earth”. Todd,
lelaki kedua terakhir di bumi nyambung dengan Melissa, perempuan kedua terakhir
di bumi, ketika membicarakan film favoritnya. Sang tokoh utama berusaha memikat
Melissa yang menurutnya jauh lebih menarik dan cantik dari istrinya, perempuan
pertama terakhir di bumi, dengan menyampaikan film favoritnya. Celakanya Ia
tidak mampu memberikan kutipan kalimat yang menurutnya paling bermakna dalam
film favoritnya. Sementara Todd saingannya mampu mengutip dengan lugas.
Kalau kita menyukai sebuah karya film atau buku atau lagu,
ternyata kita mungkin diukur dengan mampu tidaknya kita menceritakan ulang
bahkan mengutip ulang kalimat yang ada di dalamnya.
Kalau lagu mungkin akan lebih mudah, karena entah kenapa
sambil bersenandung mulut kita akan secara otomatis menyanyikan syair lagu
kesukaan kita. Tidak jarang malah “menular” ke orang lain di sekitar kita. Pernah
merasakannya? Kita mendengarkan orang menyanyikan lagu Cita Citata – “Sakitnya
tuh Di Sini”, maka seharian kita menyenandungkan lagu yang sama.
DI dunia akademis sih lebih jelas, kalau kita mengklaim
sudah membaca dan kita anggap mampu menguatkan penelitian kita maka kutipan
bacaan wajib disertakan. Bahkan sampai ke tahun dan halaman dari buku yang
menjadi sumber rujukan sebagai bukti peneliti detail dan dapat dibuktikan lagi
di kemudian hari.
Seharusnya begitu juga yang terjadi apabila kita membaca
buku atau setelah habis menonton televisi. Akan tetapi memang harus
diperhatikan juga repetisi atau jumlah ulangan membaca atau menonton. Semakin sering
kita menonton atau membaca atau mendengar, maka akan semakin banyak yang lekat
di ingatan. Tidak heran kalau Sheldon dan teman-temannya rutin setahun sekali
menonton Star Wars bersama gangnya hehe..
Nampaknya memang ada tingkatan kita dalam memperhatikan
karya budaya manusia. Dan nampaknya saya belum bisa sampai pada tingkat
memperhatikan dengan detail sehingga mampu mengutip kaimat yang dirasakan
berkesan untuk disampaikan ulang. Nampaknya memang harus banyak belajar lagi,
supaya tidak semua dikerjakan dengan skimming sehingga semua pengalaman di
dunia yang indah ini hanya sambil lalu saja.