Minggu, 15 Maret 2015

Melayani Pemimpin atau Organisasi?



Pemimpin A membangun tim dengan baik. Perencanaan yang matang dan rigid diimbangi dengan eksekusi mantap dan evaluasi yang tercatat rapi. Konsekuensinya memang memakan banyak energi dan waktu. Mungkin juga makan hati karena sering kali waktu santai tidak bisa dinikmati. Perjalanan waktu dengan pemimpin ini membentuk kebiasaan tim yang berusaha mengikuti kemauan pemimpin yang maunya lari terus. 

Kekompakan yang berusaha dijaga oleh pemimpin, dengan seadanya, membuat tim terjaga kinerjanya. 

Sampai tiba saatnya mutasi bagi pemimpin A, datanglah pemimpin B. Ternyata pemimpin B jauh sekali standarnya dari penggantinya. Awalnya anggota tim merasa senang karena mendapatkan boss yang longgar, tapi keanehan mulai terasa. 

Perencanaan yang rigid tidak mendapatkan penekanan, semua form kontrol perencanaan yang biasa dipakai pada era sebelumnya mulai ditinggalkan dan dilupakan. Eksekusi program berdasarkan permintaan dan rutinitas dimana semua anggota tim dianggap sudah tahu apa yang harus dikerjakan masing-masing. Selepas kegiatan dan program dijalankan laporan dan evaluasi tertulis luput dibuat oleh staf karena pimpinan tidak menagih. 

Sampai pada saatnya akhir tahun tim lain yang bertugas membuat laporan evaluasi meminta daftar kegiatan yang telah dilakukan tim selama tahun sebelumnya. Ah.. tidak bisa cepat disetorkan, padahal ini untuk laporan pimpinannya pimpinan B. Mau bagaimana lagi datanya selama ini tidak tercatat dengan baik. Staf pun bingung, ya sudah berikan saja data seadanya. 

Sekilah terpikir, ternyata pergantian pemimpin juga mengganti total budaya yang sudah dibangun pemimpin sebelumnya. Padahal rasanya dulu sudah bagus, ternyata sekarang bisa loss. Semuanya buyar. 

Mungkin ini yang terjadi kalau tim hanya melayani pemimpin, bukan berusaha melayani dan mewujudkan visi tim/organisasi. Tetap saja “Asal Bapak Senang”. Kalau pemimpinnya membawa visi dan misi organisasi sih mungkin tidak masalah.  

Lantas siapa yang salah? Berani menjadi agent of change? Tetap menjaga kebiasaan yang baik dari pemimpin sebelumnya sambil tetap membangun diri dan belajar dari pemimpin sekarang. 

Wakakak...

Tidak ada komentar: